23 Maret 2020 - KONSULTASI, INFO, ADUAN : Telp.0274 367867/email: izin.online@bantulkab.go.id/WA: 08112503088 . /
TOTAL PENGUNJUNG : 547.564
Pemerintah Kabupaten Bantul berkomitmen untuk memberikan kemudahan kepada investor. Hal itu merupakan target untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantul. Salah satu hal yang saat ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantul adalah terus berupaya melakukan deregulasi dan debirokratisasi, sehingga diharapkan akan menaikan iklim investasi di Kabupaten Bantul. Sejalan dengan misi ke-3 Pemkab Bantul, yakni pendayagunaan potensi lokal, dengan tiga sektor unggulan yang dimiliki Kabupaten Bantul, yaitu Pertanian, Industri, dan Pariwisata, melalui pemanfaatan teknologi dan penyerapan investasi yang berorientasi ke ekonomi inklusif.

H. Abdul Halim Muslih
Bupati Bantul
Kami dari Pemerintah Provinsi DIY sangat bergembira untuk menyajikan kepada saudara sekalian “Jogja Invest”, sebuah pedoman ringkas (buku saku) mengenai lingkungan bisnis sekarang ini di Yogyakarta. Sungguh suatu kebanggaan bahwa Yogyakarta telah terpilih sebagai kota yang paling mudah untuk berinvestasi di Indonesia. Peringkat ini sebagai hasil dari laporan Bank Dunia dan IFC (International Finance Corporation) yang diterbitkan pada bulan Februari 2012. Laporan tersebut berdasarkan suatu survei di perusahaan-perusahaan kecil dan menengah di daerah yang dilakukan di 20 kota terkemuka untuk berbisnis di Indonesia, yaitu a.l. Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Surabaya, Batam, Balikpapan, Denpasar, Makassar dan Manado. Dengan perkembangan ini Yogyakarta telah memenuhi keluhan investor luar negeri yang mempertanyakan kepastian hukum atas kegiatan bisnis di Indonesia – aturan hukum. Juga, peringkat pertama membuktikan bahwa kebudayaan Jawa itu selaras dengan bisnis modern, tidak seperti yang disangkakan bahwa budaya Jawa itu sulit dan membingungkan untuk adaptasi. Peringkat pertama telah merefleksikan karakter Yogyakarta dalam memberikan jasa pelayanan yang prima. Dalam hal ini, Yogyakarta sebagai tujuan wisata menjadikan sektor jasa merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan ekonomi Yogyakarta. Oleh karenanya, sikap melayani merupakan kebiasaan yang melekat dalam hidup keseharian. Dengan budaya dan tradisinya yang adiluhung, Yogyakarta dipandang sebagai pusat budaya Jawa, oleh karenanya Yogyakarta dikenal pula sebagai Kota Budaya. Dalam kerangka memperkaya interaksi budaya, di Yogyakarta telah berdiri beberapa Pusat Kebudayaan asing seperti Pusat Kebudayaan Perancis, Pusat Kebudayaan Belanda, Pusat Kebudayaan Jepang, Pusat Kebudayaan Korea, Pusat Kebudayaan Ceko, Pusat Kebudayaan. Lebih lanjut, Yogyakarta juga merupakan tempat bertemunya (a melting pot) para pelajar dari seluruh Indonesia Mereka memang sedang menuntut ilmu, namun mereka mampu hidup bermasyarakat yang harmonis dengan latar belakang budaya daerah masing-masing. Oleh karenanya Yogyakarta dikenal pula sebagai Kota Pendidikan. Sebagai Kota Pendidikan, Yogyakarta telah menghasilkan banyak lulusan berkualitas, yang mampu berkompetisi baik di pasar tenaga kerja lokal, regional maupun internasional. Secara umum, kegiatan bisnis yang berkembang di Yogyakarta terutama di sektor pertanian, perdagangan, manufaktur, perikanan, dan tentunya pariwisata. Menariknya, para mahasiswa Yogyakarta juga berbisnis khususnya di sektor industri kreatif, yang sedang berkembang pesat. Setelah membaca buku Pedoman Investasi yang ringkas ini, saya sangat berharap para investor tidak hanya sebatas menimbang saja, tetapi silahkan datang dan berbisnis di Yogyakarta.

Sri Sultan Hamengku Buwono X
Gubernur DIY