SEKTOR EKONOMI KREATIF

           Sektor ekonomi kreatif merupakan hal yang sangat penting karena menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantul yaitu dengan banyaknya pusat kerajinan, kuliner dan industri serta pariwisata yang ada sehingga dengan adanya sektor ekonomi kreatif yang ada diharapkan menjadi peluang investasi. Kabupaten Bantul memang tak bisa dilepaskan dari sejarah Yogyakarta sebagai kota pelajar, kota budaya, dan kota wisata pada umumnya. Didukung dengan kreatifitas sumber daya manusia dan teknologi terkini Kabupaten Bantul mampu menembus pasar ekspor karena dengan adanya  kreatifitas sumber daya manusia dan teknologi  mampu menghasilkan kualitas yang tinggi. 

            Beragam keunikan dan kuliner tradisional seperti ayam ingkung, sate klathak, bakmi jawa dan masih banyak menu kuliner tradisional lainnya menjadi tempat perburuan kuliner oleh para pecinta kuliner dan kunjungan wisata mampu menggerakkan ekonomi lokal dengan berbagai macam bisnis kuliner yang ada di Kabupaten Bantul dan sepanjang jalur akses destinasi wisata. Selain itu Kabupaten Bantul juga tidak lepas dari seni, masyarakat yang tidak lepas dari seni mampu menghasilkan karya dari bidang seni tari, seni lukis dan desain grafis yang sudah diakui oleh dunia dan didukung dengan adanya sanggar sanggar tari seperti Sanggar Tari Kembang Sore, Padepokan Seni Bagong dan masih banyak sanggar lainnya, dan juga sekolah atau perguruan tinggi yang ada hubungannya dengan seni, yaitu ISI dan SMK Kasihan (sekolah menengah seni rupa, teater, kriya dan musik).

            Industri kreatif menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru karena Kabupaten Bantul mempunyai modal dan ekosistem yang mendukung. Saat ini sektor kerajinan tumbuh sangat pesat ditandai dengan produk yang menjadi komoditas lokal maupun ekspor ke berbagai negara. Kabupaten Bantul memiliki beragam industri seperti industri kerajinan dimana sebanyak 80% produk  kerajinan di DIY berasal dari Kabupaten Bantul, mulai dari sentra keramik, kerajinan kulit, asesoris keris, batik, kerajinan bamboo, kayu batik, dan lain-lain.

 

PELUANG INVESTASI

           Sektor industri di Kabupaten Bantul didominasi oleh industri kecil dengan jumlah industri kecil tahun 2015 sebanyak 18.391 unit usaha, penyerapan jumlah tenaga kerja sebanyak 82.961 orang, total nilai produksi sebesar Rp. 829.112.200.000,00 dengan nilai investasi sebesar Rp. 493.801.130.000,00. Industri kecil banyak tersebar di Kabupaten Bantul dan telah menjadi sentra-sentra industri seperti sentra kerajinan gerabah Kasongan, sentra batik Wijirejo dan Wukirsari, sentra kulit Manding, sentra kayu batik Krebet, sentra tatah sungging Pucung dan lain-lain. Secara keseluruhan ada 75 sentra industri yang tersebar di seluruh Kabupaten. Volume ekspor Kabupaten Bantul tahun 2014 sebesar 16.087.200,81 kg dengan nilai sebesar US$ 307.100.417,11. Semakin berkembangnya sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Bantul mampu mendorong peluang investasi seperti :

  • Pasar atau toko barang seni
  • Pengembangan industri kerajinan kulit, rotan, bambu dan kayu yang nantinya akan dijual dan memiliki nilai yang tinggi
  • Fashion, Kabupaten Bantul juga terkenal dengan batiknya maka tidak salah jika pengembangan fashion batik bisa lakukan dan akan menarik para wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Bantul
  • Industri berbasis teknologi informasi
  • Industri kreatif kebudayaan dan pariwisata