23 Maret 2020 - KONSULTASI, INFO, ADUAN : Telp.0274 367867/email: izin.online@bantulkab.go.id/WA: 08112503088 . /
TOTAL PENGUNJUNG : 520.362


SEKTOR PANGAN

            Kabupaten Bantul memiliki posisi yang strategis di DIY karena terletak di sebelah selatan dan tengah DIY. Tanah yang subur menjadikan Kabupaten Bantul sebagai salah satu wilayah agraris di DIY. Lahan pertanian di Kabupaten Bantul memiliki topografi yang bervariasi, mulai dari daerah datar yang di dominasi oleh persawahan, berbukit, dan daerah di sekitar pantai. Pemerintah Kabupaten Bantul berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil-hasil pertanian melalui pembangunan sarana irigasi yang memadai, penggunaan benih berlabel, dan pengelolaan hama terpadu. Masyarakat Bantul juga memiliki keunggulan dalam bercocok tanam dan mengolah hasil pangan. Hal ini diwujudkan dengan adanya lahan di sekitar pantai yang ditanami berbagai komoditas seperti cabai dan bawang merah serta banyaknya olahan hasil pangan yang sudah dipasarkan baik di tingkat nasional maupun internasional.

           Ide dan kreativitas masyarakat Kabupaten Bantul dapat dilihat pada sentra industri makanan olahan yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Bantul seperti : tahu, bakpia, geplak, krecek rambak, peyek, dan lain-lain. Kabupaten Bantul juga menjadi tempat pengembangan berbagai proyek yang akan memiliki nilai strategis dalam mengembangkan usaha sektor pangan, misalnya peningkatan kualitas dan pemberian fasilitas di sentra industri makanan olahan.

            Luas lahan sawah Kabupaten Bantul pada tahun 2020 tercatat 15.879,40 Ha, lahan bukan sawah tercatat 23.225,51 Ha dan lahan bukan pertanian tercatat seluas 11.580,09 Ha. Lahan bukan sawah meliputi tegal/kebun, hutan rakyat. Sedangkan lahan bukan pertanian meliputi tanah untuk pemukiman, hutan, lahan tidak ditanami dan tanah lainnya (data PPID Bantul). Jumlah populasi ternak besar tahun 2020 tercatat oleh BPS Bantul, jumlah sapi potong sebanyak 66.098 ekor, sapi perah sebanyak 68 ekor, kerbau 217 ekor, dan kuda 1.583 ekor. Sedangkan untuk ternak kecil pada tahun 2020 tercatat jumlah kambing sebanyak 95.104 ekor, domba 74.577 ekor dan babi 4.512 ekor. Adapun jumlah populasi unggas tercatat jumlah ayam ras petelur sebanyak 765.126 ekor, ayam ras pedaging sebanyak 7.127.715 ekor, ayam buras sebanyak 976.006 ekor, puyuh 252.981 ekor, dan itik sebanyak 202.180 ekor. Sedangkan untuk jumlah produksi perikanan budidaya tahun 2020 tercatat sebesar 12.629.050 kg. Bantul menjadi wilayah penghasil ternak yang menyuplai hingga 70% kebutuhan daging untuk DIY.

               Adapun  kegiatan perikanan di Kabupaten Bantul juga menjadi salah satu ujung tombak sumber pendapatan ekonomi dan ketahanan pangan di Bantul. Pantai selatan di Bantul cocok untuk kegiatan perikanan tangkap, sedangkan untuk daratan sangat potensial untuk pengembangan perikanan budidaya.

PELUANG INVESTASI

            Kabupaten Bantul memiliki komoditas unggulan pangan yaitu jagung dan ubi, dan bantul kaya akan produk holtikultura, dari sayuran, buah-buahan maupun tanaman biofarmaka dapat menjadi peluang investasi, seperti :

  • Pengolahan bahan baku industri pangan

  • Pengolahan industri tepung cassava, tapioka dan mocaf

  • Investasi teknologi pangan

  • Pengembangan pertanian organik

  • Pengolahan produk pertanian

  • Bisnis pergudangan dan pengepakan

           Dengan adanya kondisi tanah dan curah hujan yang mendukung, aksesibilitas lokasi yang memadai, ketersediaan sarana pendukung dasar (listrik, air), peluang pasar produk olahan semakin besar, dan dengan adanya dukungan dari pemerintah yang memfasilitasi penyedia lahan dan memberi perizinan sektor perkebunan seperti kelapa, tebu, tembakau, coklat, kapuk randu, cendana, cengkeh  mampu menjadi peluang investasi, seperti :

  • Pemasok bahan baku

  • Pemanfaatan produk olahan perkebunan seperti kelapa yang ketika diolah mampu menghasilkan geplak, dan sebagainya

  • Pengembangan sentra produksi

  • Pengembangan teknologi pengolahan

            Pola konsumsi ikan masyarakat yang tinggi serta tingginya kebutuhan ketersediaan pasokan ikan untuk restoran dalam dan luar negeri menjadi peluang investasi, seperti :

  • Pengembangan kwasan minapolitan
  • Restoran keluarga berbasis agro
  • Pengolahan produk perikanan
  • Budidaya ikan hias

            Konsumsi domestik meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan meningkatnya pendapatan masyarakat dan meningkatnya kesadaran gizi masyarakat. Tingginya permintaan konsumsi daging kambing untuk memenuhi kebutuhan dari warung sate kambing, seperti sate klatak dan juga masih banyak warung sate kambing di Kabupaten Bantul, maka dengan terbatasnya produksi saat ini dan bahan pakan yang melimpah, sumber daya mencukupi, sarana penunjang dan infrastruktur mampu menjadi peluang bisnis investasi yang menarik di sektor peternakan, dan juga peluang investasi strategis yang diintregasikan dengan sektor pangan seperti, restoran ingkung, kebun buah bertema pisang, produksi buah pisang, daya tarik wisata berbasis agro petualangan, dan sentra makanan khas.

 



Download PDF