SEKTOR EKONOMI KREATIF

Sektor industri di Kabupaten Bantul didominasi oleh industri kecil dengan jumla industri kecil tahun 2015 sebanyak 18.391 unit usaha, penyerapan jumlah tenaga kerja sebanyak 82.961 orang, total nilai produksi sebesar Rp. 829.112.200.000,00 dengan nilai investasi sebesar Rp. 493.801.130.000,00. Industri kecil banyak tersebar di Kabupaten Bantul dan telah menjadi sentra-sentra industri seperti sentra kerajinan gerabah Kasongan, sentra batik Wijirejo dan Wukirsari, sentra kulit Manding, sentra kayu batik Krebet, sentra tatah sungging Pucung dan lain-lain. Secara keseluruhan ada 75 sentra industri yang tersebar di seluruh kabupaten. Volume ekspor Kabupaten Bantul tahun 2014 sebesar 16.087.200,81 kg dengan nilai sebesar US$ 307.100.417,11.

 

PELUANG INVESTASI

PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI PIYUNGAN 

Pengembangan Kawasan Peruntukan Industri Piyungan menjadi Kawasan Industri Piyungan sedang dimulai dengan investor PT. Yogyakarta Isti Parama. Luasan lahan yang dikembangkan untuk Kawasan Industri seluas 100 hektar yang berlokasi di Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan. Diharapkan dengan pengembangan Kawasan Industri ini menjadi salah satu daya tarik investor untuk berinvestasi di Kabupaten Bantul.

PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI SEDAYU

Pengembangan kawasan industri di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul menjadi bagian yang tidak terpisah dari pengembangan Kawasan Industri Sentolo Kabupaten Kulonprogo. Lokasi terletak di Desa Argodadi yang dilalui oleh Jogjakarta Outer Ring Road. Luas yang direncanakan seluas 207,34 hektar. Diharapkan pihak swasta tertarik berinvestasi untuk menjadikan kawasan Industri Sedayu ini.

KEMITRAAN DENGAN

SENTRA INDUSTRI

Kabupaten Bantul sebagai salah satu pusat industri kerajinan di Indonesia memliki banyak potensi kerajinan yang berkualitas ekspor ditunjukkan dengan jumlah sentra yang sudah eksis seperti sentra gerabah, sentra kerajinan logam, sentra batik tulis, dan lain-lain. Kemitraan dengan para perajin yang ada diharapkan akan semakin membantu perkembangan perajin dan perekonomian Kabupaten Bantul

PEMBANGUNAN HOTEL DAN RESTORAN

Melihat banyaknya obyek wisata dan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bantul meliputi wisatawan nusantara sebanyak 2.509.841 wisatawan, dan wisatawan mancanegara 445 wisatawan, pada tahun 2015 serta jumlah hotel bintang 4 yang hanya berjumlah 1 buah, Kabupaten Bantul sangat memungkinkan dibangun hotel serta restoran.

PENYELENGGARAAN PAKET WISATA

Kekayaan Obyek wisata di Kabupaten Bantul baik obyek wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan sangat menjajikan sebagai bisnis penyelenggaraan paket-paket wisata.

WISATAWAN MINAT KHSUS

Destinasi wisata alam di Kabupaten Bantul salah satunya adalah jelajah gua bawah tanah, di gua Cerme yang memiliki pemandangan alam yang eksotis. Selain itu juga masih terdapat destinasi lain seperti air terjun Tahunan, dan agrowisata kebun buah Mangunan. Tempat-tempat tersebut dapat dijadikan sebagai tempat jelajah wisata dan outbound.

PENGEMBANGAN WISATA MANGROVE BAROS

Pengembangan perikanan air payai dan wisata mangrove di dusun Baros dengan luas lahan hutan mangrove 8 Ha dan luas lahan wedi kengser 24 Ha sangat menjajikan jika melihat jumlah pengunjung ke Kabupaten Bantul. Selain sebagai tempat wisata juga sebagai tempat pendidikan khususnya di bidang lingkungan hidup dan perikanan

NO
PROGRAM PENGEMBANGAN
JUMLAH BIAYA ESTIMASI Rp.
1 Pekerjaan Persiapan 524.000.000,00
2 Pekerjaan Jalan dan Jembatan 9.947.700.000,00
3 Area Parkir Bus dan Roda 4 1.605.000.000,00
4 Tempat Pembibitan atau Pembudidayaan 2.822.500.000,00
5 Kolam Ikan dan Pemancingan 545.500.000,00
6 Wisata Air dan Restoran Terapung 1.330.000.000,00
7 Bangunan Penunjang Obyek Wisata 4.142.000.000,00
8 Bumi Perkemahan 286.500.000,00
Total 21.203.200.000,00