POTENSI INVESTASI

Ketersediaan infrastruktur merupakan faktor kunci dalam rangka menstimulasi pertumbuhan ekonomi, baik dalam jangka pendek melalui penciptaan lapangan pekerjaan sektor konstruksi, serta jangka menengah dan jangka panjang dalam mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas kegiatan usaha.

Selain itu, pengembangan infrastruktur diarahkan untuk mendukung pembentukan sentra-sentra ekonomi baru dan mendukung pengembangan investasi sektor prioritas daerah lainnya. Kabupaten Bantul sendiri telah memiliki beberapa Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bantul 2011-2015. Kawasan tersebut adalah Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY), Bantul Kota Mandiri (BKM), Pantai Selatan (yang meliputi pengembangan pesisir dan pengelolaan hasil laut pantai Depok, Samas, Kuwaru, dan Pandansimo), Desa Wisata dan Kerajinan Gabusan-Manding-Tembi dan Kajigelem, Kawasan Peruntukan Industri Sedayu, Kawasan Peruntukan Industri Piyungan, kawasan agrowisata dan agropolitan, dan gumuk pasir Parangtritis. Pengembangan kawasan-kawasan tersebut diharapkan akan memiliki pengaruh terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya, tidak hanya dari sudut pandang ekonomi, tetapi juga dari kacamata sosial budaya dan lingkungan.

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bantul 2010-2030, terdapat dua kawasan peruntukan industri, yaitu di Kecamatan Sedayu dan Kecamatan Piyungan sebagai tempat pemusatan industri di Kabupaten Bantul. Selain itu adanya pembangunan jalan jalur lintas selatan (JJLS) akan meningkatkan aksesibilitas dan sebagai pemicu pertumbuhan di daerah sekitar.