VISI

BANTUL PROJOTAMANSARI SEJAHTERA, DEMOKRATIS, DAN AGAMIS

Kabupaten Bantul dimasa yang akan datang ingin mewujudkan Bantul yang produktif profesional, ijo royo-royo, tertib, aman, sehat dan asri, sejahtera, demokratis, dan agamis

MISI

  1. Mewujudkan kesejahteraan dengan prioritas mencerdaskan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang didasarkan kepada keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang baik dan bertanggung jawab
  3. Mewujudkan demokratisasi dalam segala aspek kehidupan, menghormati hak asasi manusia, dan menjamin tegaknya supremasi hukum
  4. Mewujudkan peningkatan produksi, produktivitas, dan nilai tambah hasil-hasil potensi daerah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan

LETAK GEOGRAFIS

Kabupaten Bantul merupakan bagian dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang secara geografis terletak pada 07° 44´ 04´´ - 08° 00´ 27´´ Lintang Selatan dan 110° 12´ 34´´ - 110° 31´ 08´´ Bujur Timur

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia

Luas wilayah Kabupaten Bantul adalah 506, 85 Km² yang terbagi menjadi 17 kecamatan, 75 desa, dan 933 dusun

DEMOGRAFI & KETENAGAKERJAAN

Populasi penduduk di Kabupaten Bantul pada tahun 2017 mencapai 995.264 jiwa. Dari jumlah tersebut laki-laki berjumlah 493.087 jiwa dan perempuan berjumlah 502.177 jiwa, dengan luas wilayah 506.85 Km2 kepadatan penduduk adalah 1.964 jiwa per Km2. Prosentase penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja menurut lapangan usaha paling banyak bekerja di bidang perdagangan, hotel, dan restoran diikuti industri pengolahan, jasa-jasa, pertanian dan lainnya. Tahun 2017 jumlah pencari kerja sebesar 11.563 orang dengan prosentase penduduk angkatan kerja sebesar 73.94%. Prosentase jumlah penduduk yang bekerja sebesar 97,13% terhadap jumlah angkatan kerja sedangkan prosentase pengangguran mencapai 2,87%